RUMAH ADAT WALEWONGKO

Rumah Adat Minahasa, atau yang dikenal sebagai Walewangko, adalah rumah tradisional dari daerah Minahasa, Sulawesi Utara. Istilah "Walewangko" berasal dari kata "wale" atau "bale", yang berarti rumah untuk melangsungkan berbagai aktivitas keluarga. Secara keseluruhan, Rumah Walewangko dapat diartikan sebagai "Rumah Pewaris". Selain itu, Walewangko adalah nama sebuah desa yang terletak di Kecamatan Langowan Barat, Sulawesi Utara.

Struktur dan Fungsi

Rumah Adat Walewangko dihuni oleh 6 hingga 9 keluarga yang tinggal bersama. Masing-masing keluarga memiliki kepala keluarga yang mengurus urusan rumah tangga mereka sendiri. Rumah Walewongko terdiri dari 2 bagian: bagian atas sebagai tempat tinngal dan bagian bawah disebut kolong berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil gertanian dan peralatan pertanian. Rumah  Adat Minahasa  merupakan rumah panggung yang dibangun di atas tiang dan balok-balok yang di antaranya terdapat balok-balok yang tidak boleh disambung. Seluruh komponen rumah dibuat dari bahan kayu.       

Desain dan Material

Rumah Walewangko adalah rumah panggung yang dibangun di atas tiang dan balok kayu, tanpa sambungan di antara balok-balok. Semua komponen rumah terbuat dari bahan kayu, dengan atap dari daun rumbia, meskipun kini sering menggunakan seng atau genteng. Struktur tiang memungkinkan adanya dua tangga simetris yang berfungsi sebagai akses masuk ke rumah. Konon, dua tangga tersebut memiliki tujuan untuk mengusir roh jahat; jika ada roh jahat yang naik dari salah satu tangga, ia akan kembali turun melalui tangga yang berlawanan. Secara keseluruhan, desain rumah adat Walewangko bisa dikatakan sudah seperti desain rumah modern. Sistem sirkulasi udara yang dimiliki dengan adanya jendela dan ventilasi dalam jumlah banyak memungkinkan rumah adat ini begitu nyaman untuk dihuni. Selain sebagai ikon budaya suku Minahasa, rumah ini juga berfungsi sebagai tempat tinggal para tetua adat.

Ruangan Utama

Dulu, rumah adat ini hanya terdiri dari satu ruangan. Kini, Rumah Walewangko memiliki beberapa ruang, di antaranya:

Misalnya, setup emperan  yang digunakan untuk menerima tamu. Pores, untuk ruang tidur orang tua dan anak perempuan. Dan sangkor  yang digunakan sebagai lumbung padi. Di rumah adat ini, dapur biasanya terpisah dari bangunan rumah utama.Untuk menunjang fungsi praktis tersebut, rumah adat Walengwangko dibagi ke dalam beberapa bagian ruang utama, yaitu yang disebut Lesar, Sekey, dan Pores. 
  1. Lesar atau bagian depan adalah ruangan yang digunakan para tetua adat dan kepala suku saat hendak memberikan wejangan atau maklumat pada para warga. Bagian ini bisa juga disebut teras atau beranda karena tidak dilengkapi dinding sehinggga dapat pula digunakan sebagai tempat bersantai atau mengobrol sesama anggota keluarga dan tetangga.
  2. Sekey atau serambi depan Berbeda dengan Lesar yang tanpa dinding, sekey justru dilengkapi dengan dinding tertutup yang terbuat dari kayu. Letaknya persis berada di depan pintu masuk setelah kita melewati Lesar. Fungsi ruangan ini adalah untuk menerima tamu, mengadakan musyawarah, atau untuk tempat digelarnya upacara adat. Memilik fungsi tersebut sudah semestinya akan menemukan beragam hiasan dan pajangan etnik suku Minahasa di ruangan ini. 
  3. Pores Ruangan ini adalah ruangan yang akan kita masuki setelah melewati Sekey. Ruangan ini digunakan untuk menerima kerabat dekat dan tempat bercengkrama bersama keluarga. Pada saat ada hajat atau acara adat, ruangan ini digunakan para ibu-ibu untuk berkumpul sementara para pria duduk di ruang Sekey. Ruang ini juga menjadi penghubung langsung dengan beberapa ruang lainnya seperti dapur di bagian belakang, tempat makan, dan kamar tidur. 

Ciri Khas

Ciri khas Rumah Adat Walewangko meliputi:

  1. Desain simetris dari tampak depan.
  2. Dua tangga sebagai pintu masuk yang saling berlawanan.
  3. Pagar berukir yang mengelilingi ruangan serambi depan.
Rumah adat minahasa memiliki makna dan nilai tersendiri: Nilai arsitektur, ekonomis, pendidikan dan memiliki makna tempat berlindung, mengembangkan keluarga, pemujaan. Dengan segala elemen dan fungsinya, Rumah Adat Minahasa tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai cerminan budaya dan nilai-nilai masyarakatnya.

Comments

Popular Posts

Translate